Hidayatimur.com: Asuransi

Hidayatimur.com

Metaltaila.co Adalah Blog Berbagi Template Premium

Ilustrasi kerusakan Mobil


Di era sekarang, asuransi memiliki peran penting dalam kehidupan. Selain melindungi diri sendiri, asuransi juga dapat digunakan untuk melindungi aset pribadi seseorang, seperti properti, kendaraan, atau aset lainnya.

Jadi, apabila mobil mengalami kerusakan, kita dapat mengajukan klaim kepada perusahaan untuk mendapat ganti rugi berupa uang. Sebelum uang pertanggungjawaban diberikan, perusahaan asuransi akan memeriksa spesifikasi kerusakan mobil untuk menghindari segala bentuk kerugian bagi pihak asuransi.


1. Bawa Dokumen Penting saat Klaim

Sebelum mengajukan klaim, pastikan dokumen yang diperlukan telah dibawa secara lengkap. Satukan dokumen penting ini dalam satu map agar tidak tercecer dengan dokumen yang lain.


Dokumen yang perlu dibawa biasanya meliputi KTP, fotokopi SIM, fotokopi STNK, formulir klaim asuransi, salinan polis asuransi, serta surat keterangan dari polisi yang menyatakan terjadinya kecelakaan.


Tentu saja, bila Anda membawa dokumen secara lengkap, maka akan diproses dengan cepat pula, sehingga biaya pertanggungjawaban dapat segera cair.


2. Perhatikan Kejadian yang Dikecualikan Asuransi


Asuransi tidak menanggung segala bentuk kerusakan yang menimpa kita. Jadi, perhatikan kejadian-kejadian yang dikecualikan oleh perusahaan asuransi.


Setiap perusahaan memiliki aturan yang berbeda-beda. Maka dari itu, bacalah ketentuan yang ditetapkan oleh asuransi untuk mempermudah Anda saat mengajukan klaim nanti.


Apabila pengajuan klaim ditolak, ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, dokumen yang dibawa tidak lengkap, kedua, klaim yang diajukan tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan.


3. Laporkan Sebelum Masa Tenggang Klaim Habis


Seperti pengajuan klaim untuk asuransi kesehatan, pengajuan klaim asuransi mobil juga memiliki masa tenggang. Pastikan pengajuan klaim tidak lebih dari 3x24 jam setelah kejadian, agar klaim tidak ditolak oleh perusahaan asuransi.


Jika klaim diajukan lebih dari batas yang ditentukan, klaim pasti tidak diproses dan segera ditolak. Makanya, setelah kejadian buruk menimpa mobil Anda, segeralah urus dokumen yang diperlukan agar bisa dibawa saat mengajukan klaim nanti.


4. Memahami Biaya yang Ditanggung oleh Asuransi


Pada dasarnya, asuransi bertujuan untuk mengurangi kerugian yang dialami oleh pemegang polis akibat kejadian yang tidak diinginkan. Namun, banyak orang yang mengartikan asuransi sebagai pihak yang menanggung semua kerugian yang dialaminya.


Padahal nyatanya tidak demikian. Nah, untuk menghindari segala bentuk kesalahpahaman, bacalah isi polis asuransi mengenai biaya pertanggungan secara saksama, cermat dan teliti.


5. Bawa Bukti Dokumentasi Kerusakan Mobil


Saat mobil Anda mengalami kerusakan akibat kecelakaan, jangan lupa untuk mengambil foto kerusakan mobil tersebut. Foto ini dapat dijadikan sebagai bukti akurat saat mengajukan klaim, sehingga klaim diterima oleh perusahaan asuransi.


Proses pengambilan foto sebaiknya dilakukan sesaat setelah kecelakaan terjadi. Jangan menunda-nunda waktu, jika tidak ingin perusahaan asuransi menduga kerusakan tersebut disengaja oleh Anda sendiri demi mendapatkan biaya pertanggungan dari asuransi.


6. Hindari Bentuk Kerusakan yang Disengaja


Klaim yang Anda ajukan akan segera diperiksa oleh perusahaan asuransi, untuk membuktikan apakah kerusakan tersebut sungguhan atau tidak. Apabila ternyata kerusakan disebabkan oleh unsur kesengajaaan diri sendiri, perusahaan asuransi pasti akan menolak klaim, karena perusahaan tidak mau dirugikan oleh hal-hal yang sifatnya disengaja.


Perusahaan asuransi tidak pernah main-main saat memberikan biaya pertanggungan kepada polis. Jadi, jangan pernah bermaksud untuk menipu daya perusahaan asuransi, jika nama Anda tidak ingin dicap buruk oleh perusahaan.


7. Isi Pengajuan Klaim dengan Benar dan Lengkap


Sebelum mengajukan klaim, Anda perlu mengisi formulir klaim terlebih dahulu. Formulir klaim dapat diunduh melalui situs resmi perusahaan asuransi, atau menghubungi customer service pada alamat e-mail yang dicantumkan.


Isi formulir secara benar dan lengkap sesuai dengan kolom yang diminta di halaman utama formulir. Bawa formulir ini bersamaan dengan dokumen lainnya (KTP, fotokopi SIM, STNK dan lainnya) saat mengajukan klaim asuransi mobil. Datanglah lebih awal untuk menghindari antrean di kantor asuransi.


Penting : "Jangan Lupa Bayar Premi Asuransi Secara Rutin"


Sebagai seorang pemegang polis, Anda memiliki tanggung jawab untuk membayar premi asuransi secara rutin setiap bulan. Hindari terlambat membayar premi, agar perusahaan asuransi tidak menjadikannya sebagai alasan untuk menolak klaim yang Anda ajukan, apalagi jika dokumen yang diserahkan lengkap.

Beberapa Tips Mengajukan Klaim Asuransi Mobil Agar Mudah Diterima



Biaya rumah sakit di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun, hal ini membuat masyarakat indonesia menjadi kesulitan dalam menanggung biaya pengobatan di rumah sakit. Karena itu agar masyarakat mampu membayar biaya rumah sakit yang semakin mahal, masyarakat diharapkan mengikuti program asuransi kesehatan.

Meskipun saat ini pemerintah telah menyediakan asuransi bagi warga yang tak mampu seperti BPJS, akan lebih baik lagi jika masyarakat ikut program asuransi. Ini karena pemerintah hanya menyediakan pertanggungungan untuk obat tertentu, sisanya Anda harus membeli menggunakan uang sendiri. Dan biasanya harga obat ini mahal.

Melalui program asuransi kesehatan yang disediakan pihak swasta, kita akan mampu membayar biaya obat yang tidak ditanggung oleh pemerintah. Apa sajakah asuransi kesehatan yang bagus di Indonesia? Berikut kita akan bahas rekomendasi asuransi kesehatan yang harus Anda beli:

1. PT Prudential Life Assurance

Prudential Life merupakan perusahaan asuransi yang cukup terkenal di Indonesia. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1995. Prudential yang berdiri di Indonesia saat ini adalah bagian dari Prudential plc, Prudential plc dapat disebut sebagai pusat lembaga keuangan Prudential yang bertempat di Inggris. Di negara asalnya, Prudential telah beroperasi dalam asuransi jiwa selama 167 tahun dan terus berkembang hingga membuka cabang di Indonesia.  

Asuransi kesehatan Prudential pernah menduduki peringkat pertama kategori asuransi kesehatan terbaik selama 8 tahun berturut-turut. Penghargaan tersebut didapatkan dari majalah Money Investor. Prudential juga mendapat predikat perusahaan asuransi jiwa terbaik di Indonesia dengan kepemilikan aset lebih dari Rp 15 trilliun.

Jumlah nasabah Prudential sangat banyak, tercatat sampai tahun 2015 perusahaan asuransi ini memiliki nasabah mencapai 2,5 juta. Kebanyakan nasabahnya bergabung melalui agen asuransi yang terletak di Kantor Pemasaran Mandiri (KMP). KMP Prudential saat ini sudah tersebar di kota Surabaya, Yogyakarta, Bali, Bandung, Jakarta, Medan, Batam, dan lain-lain. Kantor pusat Prudential telah dibuka di Jakarta  pada 31 Desember 2015.

Prestasi yang telah didapatkan Prudential di tahun 2015 antara lain: total klaim yang dibayarkan kepada nasabah di tahun 2015 sebesar 9,1 trilliun, dana kelolaan sebesar 45,2 trilliun, total aset sebesar 55,9 trilliu, kontribusi dana terbaru sebesar 2,2 trilliun, dan pendapatan premi yang mencapai 26,9 trilliun.

2. Allianz

Pada tahun 2014 Allianz memperoleh penghasilan sebesar 12,25 miliar Euro dan keuntungan sebesar 10,4 miliar Euro.Keuntungan bersih tersebut kemudian disalurkan kepada pemegang saham, dimana keuntungan bersihnya bisa mencapai 6,22 Euro.

Salah satu produk asuransi Aliianz adalah Smart Premier, dimana manfaatnya adalah sebagai berikut:

Adanya manfaat tambahan khusus untuk nasabah yang terinfeksi HIV
Inner limit khusus untuk pembedahan lumayan besar
Menyediakan kamar premium dengan tarif 6 juta per malamnya. Bagi nasabah yang menginginkan pengobatan luar negeri bisa memilih kelas ini.

3. Asuransi Sinarmas MSIG

Asuransi Sinarmas MSIG mengharuskan pelanggan yang mendaftar untuk menjawab pertanyaan seperti berapa tinggi dan berat badan. Jika pelanggan mengalami obesitas, maka perusahaan asuransi ini akan mempertimbangkan pendaftaran tersebut. Asuransi Sinarmas MSIG masuk dalam peringkat ketiga asuransi kesehatan terbaikdi tahu 2017. Produk andalannya adalah Smile Medical.

Kelebihan dari asuransi ini adalah pelanggan dapat memilih rumah sakit manapun yang diinginkan dan pasti akan diterima. Banyak manfaat yang bisa didapatkan masyarakat yang menjadi pelanggan asuransi ini, misalnya pembayaran asuransi yang fleksibel dan tidak ada inner limit. Tunjangan yang akan diberikan pihak asuransi 7 hari sebelum nasabah melakukan rawat inap dan 30 hari setelah selesain dirawat.

4. Asuransi Kesehatan AXA Mandiri

AXA Mandiri adalah salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Asuransi AXA Mandiri memberikan jaminan dalam kesehatan dan tambahan fasilitas. Fasilitas yang diberikan AXA Mandiri membuat biaya kesehatan semakin terjangkau, dan bantuan dalam menjalani perawatan di rumah sakit. AXA Mandiri diprakarsai oleh Bank Mandiri.

AXA Mandiri memiliki berbagai produk kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indoesia yang beragam. Berikut jenis-jenis produk kesehatan yang disediakan oleh AXA Mandiri:

  • AXA Mandiri Proteksi Ka
  • AXA Mandiri Hospital life
  • AXA Global
  • AXA Kesehatan Optima
  • AXA Prima
  • AXA Jaminan.


5. Manulife

Di Indonesia, Manulife menawarkan berbagai macam jenis asuransi, seperti asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi kesehatan, pemberian dana pensiun kepada nasabah secara individu maupun untuk karyawan indusri. Karyawan Manulife jumlahnya mencapai 10.000 dan sudah memiliki banyak agen profesional. Agen tersebut tersebar di 25 kantor pemasaran. Manulife termasuk perusahaan asuransi yang sudah lama berdiri di Indonesia.

Manulife pertama didirikan pada tahun 1985. Manulife merupakan perusahaan penyedia keuangan yang berasal dari Kanada. Meskipun dari Kanada namun perusahaan asuransi ini telah beroperasi di Asia, Amerika Serikat dan Kanada. Kelebihan dari asuransi Manulife antara lain :

  • Rawat jalan selama 60 hari dan biaya perawatan yang melibatkan fisioterapi akan ditanggung oleh pihak asuransi
  • Biaya pemakaman sebesar 30 juta untuk nasabah. Fasilitas ini tidak dibatasi dengan kelas kamar sehingga nasabah dengan semua jenis kamar akan mendapatkan fasilitas ini.
  • Biaya pengobatan yang akan dibayarkan kepada nasabah sebesar 100% sehingga biaya yang akan didapatkan oleh nasabah sesuai dengan tagihan, asalkan tagihan tersebut sesuai dengan biaya kamar per malamnya dan tidak melebihi plafon.
  • Manfaat tambahan asuransi khusus untuk nasabah yang terkena HIV atau AIDS.
  • Sistem pembayaran kamar rangkap yang membuat nasabah menjadi mudah untuk mendapatkan pengobatan ke luar negeri


6. Asuransi Mandiri Hospitalife

Asuransi satu ini memiliki 953 rekan rumah sakit di seluruh Indonesia dan masa tunggu selama 14 hari. Kelebihan asuransi Mandiri Hospitalife adalah dengan membayarkan premi selama 4 tahun Anda kanamendapat pertanggungan selama 12 tahun. Selain itu, uang premi yang Anda bayarkan akan dikembalikan 100% pada akhir masa pertanggungan. Asuransi Mandiri Hospitalife dibentuk atas kerjasama dari AXA dengan Bank Mandiri.

7. Simas Sehat Executive

Bila umumnya asuransi kesehatan lebih ditujukan untuk perlindungan rawat inap, berbeda halnya dengan Simas Sehat Executive. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap rawat inap dan rawat jalan. Meskipun begitu, jumlah rumah sakit rekanan asuransi Simas Sehat Executive sebanyak 791 rumah sakit. Waktu tunggunya juga sama dengan asuransi lainnya, yaitu 14 hari. Asuransi ini tergolong cukup baik bagi Anda yang membutuhkan jasa Asuransi kesehatan.

8. Chubb Health Insurance

Program asuransi ini memberikan perlindungan penuh kepada tertanggung dari segi keuangan yang akan mereka hadapi pada saat tertimpa musibah. Contohnya seperti pada saat terkena kecelakaan atau penyakit yang serius. Jumlah rekanannya adalah 689 rumah sakit dengan masa tunggu elama 14 hari.

Produk asuransi ini diciptakan oleh salah satu perusahaan asuransi terkemuka , Chubb. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap biaya perawatan kesehatan sebagai akibat dari penyakit maupun kecelakaan.

9. Cigna Health Protection

Kelebihan dari Cigna Health Protection adalah premi yang ditawarkan yang bisa dibilang sangat ringan. Dengan biaya mulai dair Rp. 300 per hari atau Rp. 36,000 per bulan saja. Kelebihan lainnya adalah manfaat dapat langsung diklaim dalam masa 15 hari setelah menjadi anggota.

Selain itu, peserta juga tidak perlu melakukan pemeriksaan medis pada saat pendaftaran. Jumlah rumah sakit rekanan yang dimiliki adalah sebanyak 653 rumah sakit dan memiliki masa tunggu 14 hari. Cigna Health Protection atau dikenal juga dengan nama Cigna Pro Health menawarkan pengembalian premi sebesar 25% apabila tidak ada klaim selama masa 2 tahun keanggotaan.

10. Asuransi Pan Pacific Healthcare

Asuransi ini memberikan proteksi dan kemudahan bagi para nasabahnya. Dengan menggunakan sistem show card dan swipe card, para peserta yang sakit atau mengalami kecelakaan dapat dengan cepat mendapatkan penanganan. Masa tunggu untuk asuransi ini terbilang yang terbaik bila dibandingkan dengan asuransi lainnya, karena tidak ada masa tunggu atau 0 hari.

Manfaat yang ditawarkan oleh asuransi ini mencakup biaya rawat inap seperti biaya kamar, santunan kematian dan biaya santunan pengobatan kanker. Selain itu, manfaat tambahan yang diberikan adalah biaya rawat jalan, biaya rawat gigi, biaya rawat bersalin dan biaya kacamata.

10 Asuransi Kesehatan Terekomendasi Dan Terbaik di Indonesia



Ada banyak jenis asuransi yang ada di Indonesia, dan setiap perusahaan asuransi di Indonesia juga memiliki jenis produk asuransi yang mungkin tidak sama, walaupun sebagian sama.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui asuransi merupakan sebuah alternatif investasi yang cukup bagus (walaupun konsep-nya tidak sama dengan bank), dan kebanyakan asuransi digunakan sebagai antisipasi atau sebuah upaya untuk meminimalkan kerugian atas risiko yang tidak dapat kita duga.

Penggolongan Asuransi di golong-kan dalam beberapa jenis produk asuransi yang di golong-kan dengan fokus dan risiko. Untuk menentukan ukuran keseragaman dalam risiko yang ditanggung sesuai jenis kebijakan maka Fokus dan risiko sangat penting, sehingga perusahaan asuransi dapat mengantisipasi potensi kerugian serta menetapkan tingkat premi yang ditawarkan sesuai dengan jenis asuransi.

Jenis asuransi yang ada di Indonesia

Sebagaimana yang sudah saya sebutkan di atas bahwa jenis asuransi yang tersedia di setiap perusahaan asuransi di indonesia mungkin akan berbeda, tergantung masing-masing perusahaan asuransi tersebut memiliki produk asuransi apa saja.

Walaupun kita tidak tahu semua jenis produk asuransi yang ditawarkan masing-masing perusahaan asuransi (jika tidak menanyakan langsung ke pihak perusahaan asuransi bersangkutan) akan tetapi kita dapat mengetahui jenis produk asuransi secara umum.

Pada halaman ini saya hanya akan mengangkat 6 jenis asuransi yang ada di Indonesia yang umum.

6 jenis asuransi yang ada di Indonesia

1. Asuransi Jiwa

Jenis asuransi jiwa merupakan salah satu produk asuransi yang dikenal dapat memberikan keuntungan finansial pada ter-tanggung atas kematiannya. Jenis asuransi jiwa menggunakan sistem pembayaran yang mungkin tidak sama antara perusahaan asuransi yang satu dengan yang lainnya.

 Ada perusahaan asuransi yang menyediakan pembayaran setelah kematian dan yang lainnya mengharuskan kita untuk membayar setiap bulan sampai batas waktu tertentu. Begitu juga masalah klaim asuransi, ada perusahaan asuransi yang memungkinkan ter-tanggung untuk mengambil klaim asuransi sebelum kematiannya dan ada juga yang tidak memungkinkan klaim asuransi sebelum kematiannya.

Produk asuransi jiwa dapat dibeli untuk kepentingan diri sendiri dan atas nama ter-tanggung saja atau dibeli untuk kepentingan orang ketiga. misalnya : seorang anak membeli asuransi jiwa untuk ayahnya atau sebaliknya.

2. Asuransi Kesehatan

Jenis asuransi kesehatan juga merupakan produk asuransi yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Asuransi kesehatan adalah sebuah produk asuransi yang menangani masalah kesehatan ter-tanggung karena suatu penyakit dalam bentuk biaya proses perawatan. Pada umumnya, sakit yang dapat ditanggung biayanya oleh perusahaan asuransi adalah cedera, cacat, sakit, hingga kematian karena kecelakaan.

3. Asuransi Pendidikan

Sesuai dengan sebutannya, jenis asuransi pendidikan adalah sebuah produk asuransi yang bisa dijadikan sebagai solusi / aset jaminan pendidikan, dan bisanya digunakan untuk kelangsungan pendidikan anak untuk masa depan. Premi yang harus dibayar ter-tanggung kepada perusahaan asuransi tidak sama dan akan disesuaikan dengan tingkatan pendidikan yang ingin didapatkan nantinya.

Bagi orang tua maka sudah menjadi keharusan untuk memikirkan masa depan anaknya, terutama dalam bidang pendidikan, dengan membeli produk asuransi pendidikan anak maka para orang tua berarti telah membuat tabungan jangka panjang untuk menjamin kelangsungan pendidikan anaknya.

4. Asuransi kepemilikan Rumah Dan Properti

Mengingat rumah dan properti dianggap sebagai aset yang cukup berharga, maka para pemilik rumah / properti biasanya akan melindungi diri dan aset miliknya yang bisa berupa rumah atau properti pribadi dengan asuransi kepemilikan rumah dan properti. Dengan asuransi rumah ini maka pemilik rumah akan memiliki proteksi terhadap kehilangan atau kerusakan yang mungkin terjadi. Asuransi ini juga akan meminimalkan kerugian bilamana rumah atau properti ter-tanggung lainnya mengalami musibah seperti kebakaran.

5. Asuransi Kendaraan

Jenis asuransi kendaraan adalah salah satu produk asuransi yang menangani bidang kendaraan, dan jenis asuransi kendaraan yang populer di Indonesia yaitu jenis asuransi mobil (karena mobil juga merupakan salah satu aset yang dianggap berharga), asuransi kendaraan fokus terhadap tanggungan cedera kepada orang lain atau terhadap kerusakan kendaraan orang lain yang disebabkan oleh si ter-tanggung. Selain itu asuransi kendaraan juga bisa untuk membayar kehilangan atau kerusakan kendaraan bermotor ter-tanggung.

6. Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan atau bisa juga disebut asuransi travel bisanya bersifat kontrak asuransi jangka pendek yaitu selama ter-tanggung melakukan perjalanan hingga sampai tujuan dengan keterlibatan pihak ketiga. Sesuai dengan namanya asuransi travel ini sudah tentu banyak digunakan oleh perusahaan/pengusaha travel, yang mana pihak pengusaha travel melakukan kontak kepada perusahaan asuransi kemudian pihak travel mendapat kontrak asuransi singkat (dalam bentuk tiket perjalanan) yang kemudian bisa dibeli oleh pihak ter-tanggung (dalam hal ini ter-tanggung adalah penumpang).

Manfaat asuransi perjalanan / asuransi travel antara lain pembeli premi mendapat proteksi dan penanggungan biaya untuk kecelakaan yang menimpanya selama dalam perjalanan, santunan kecelakaan pribadi, tanggungan biaya pengobatan darurat, pemulangan jenazah, evakuasi medis, hingga proteksi terhadap barang-barang bawaan yang memiliki risiko hilang atau rusak.

6 Produk Jenis Asuransi Yang Ada Di Indonesia Umum



Ada 12 perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional yang dilihat dari berbagai aspek, perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional dapat kita lihat pada : konsep, akad yang digunakan, sumber hukum, ciri / karakteristik, dewan pengawas syariah, pengelolaan risiko, kepemilikan dana, investasi, biaya pengelolaan asuransi, sumber pembayaran klaim, keuntungan, dan loading (kontribusi biaya).
Perbedaan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional Ada 12 Macam


Berikut 12 macam perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional yang perlu kita ketahui dalam menentukan pilihan asuransi : 


1. Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional dari segi konsep.

  • Asuransi Syariah : Sekumpulan orang yang saling bantu membantu, saling menjamin dan bekerja sama antara satu dengan lainnya. Dengan cara masing-masing mengeluarkan dana tabarru’ (bagian dari pembayaran premi).
  • Asuransi Konvensional : Perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada ter-tanggung dengan menerima pergantian kepada ter-tanggung.


2. Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional dari segi akad yang digunakan.

  • Asuransi Syariah : Akad tabarru’ dan tijarah (mudharabah, musyarakah, wakalah, dll).
  • Asuransi Konvensional : Akad jual beli (tabadduli).


3. Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional dari segi sumber hukum

  • Asuransi Syariah : Alquran, hadits dan sumber hukum islam lainnya.
  • Asuransi Konvensional : Bersumber dari pikiran manusia dan kebudayaan, berdasarkan hukum positif, dan lainnya.


4. Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional dari segi Ciri serta karakteristik.

  • Asuransi Syariah : Bersih dari praktik gharar, maysir dan riba.
  • Asuransi Konvensional : Tidak selaras dengan syariah islam karena dikhawatirkan adanya gharar, maysir dan riba.


5. Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional dilihat dari segi dewan pengawas.

  • Asuransi Syariah : Ada. Berfungsi melakukan pengawasan terkait kepatuhan terhadap syariah.
  • Asuransi Konvensional : Tidak ada.


6. Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional dari segi pengelolaan risiko.

  • Asuransi Syariah : Sharing of risk, di mana terjadi proses saling menanggung antara satu peserta dengan peserta lainnya.
  • Asuransi Konvensional : Transfer of risk, pengalihan risiko dari peserta ke perusahaan asuransi.


7. Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional dari segi kepemilikan dana.

  • Asuransi Syariah : Premi yang diterima dipisahkan antara dana tabarru’, dana peserta dan dana perusahaan asuransi.
  • Asuransi Konvensional : Tidak ada pemisahan dana, atau premi yang diterima menjadi hak perusahaan asuransi.


8. Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional dari segi investasi.

  • Asuransi Syariah : Dapat dilakukan investasi sesuai ketentuan perundang-undangan sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Bebas dari riba dan jenis investasi ter-larang lainnya.
  • Asuransi Konvensional : Bebas melakukan investasi dengan batas-batas ketentuan perundang-undangan dan tidak ter-batasi pada halal dan haramnya objek atau sistem investasi yang digunakan.


9. Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional dilihat dari segi biaya pengelolaan asuransi.

  • Asuransi Syariah : Biaya yang dikenakan atas pengelolaan asuransi harus transparan dan dijelaskan di dalam polis.
  • Asuransi Konvensional : Biaya asuransi tidak dijelaskan di dalam polis.


10. Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional dilihat dari sumber pembayaran klaim asuransi.

  • Asuransi Syariah : Pembayaran klaim bersumber dari rekening dana tabarru’.
  • Asuransi Konvensional : Pembayaran klaim bersumber dari dana perusahaan asuransi.


11. Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional dari segi keuntungan.

  • Asuransi Syariah : Keuntungan yang diperoleh dari surplus underwriting, komisi reasuransi dan hasil investasi bukan seluruhnya menjadi milik perusahaan tetapi dilakukan bagi hasil atau fee (tergantung akad).
  • Asuransi Konvensional : Keuntungan yang diperoleh dari surplus underwriting, komisi reasuransi dan hasil investasi seluruhnya menjadi milik perusahaan.


12. Perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional dilihat dari segi Loading (kontribusi biaya).

  • Asuransi Syariah : Pembebanan biaya operasional ditanggung pemegang polis, terbatas pada 30% dari premi, sehingga pembentukan pada nilai tunai cepat terbentuk di tahun pertama dengan tanpa loading.
  • Asuransi Konvensional : Pembebanan biaya operasional ditanggung seluruhnya oleh pemegang polis, sehingga pembentukan nilai tunai menjadi lambat di tahun-tahun pertama.



Nah itulah 12 aspek perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional yang dilihat segi : konsep, akad yang digunakan, sumber hukum, ciri / karakteristik, dewan pengawas syariah, pengelolaan risiko, kepemilikan dana, investasi, biaya pengelolaan asuransi, sumber pembayaran klaim, keuntungan, dan loading (kontribusi biaya).

12 Perbedaan Asuransi Syariah Dengan Asuransi Konvensional



ASURANSI adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang dilakukan dengan cara mengalihkan/transfer risiko dari satu pihak ke pihak lain dalam hal ini adalah perusahaan asuransi. Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis di mana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di mana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut. (wikipedia)

Berbagai usaha pasti dilakukan untuk menghindari faktor risiko. Karena tidak ada kehidupan yang 100 persen aman dari gangguan-gangguan tersebut. Gangguan tersebut merupakan risiko yang harus dihadapi sewaktu-waktu dan tidak jarang menguras harta benda dan aset yang Anda miliki. Secara harfiah, risiko dapat diartikan sebagai kemungkinan ataupun potensi kerugian yang bisa saja timbul tanpa dikehendaki sebelumnya. Unsur ketidakpastian dalam risiko membuat kemungkinan ini dapat menimpa siapa saja, kapan saja, maupun di mana saja. Guna meminimalisasi kerugian dari risiko suatu peristiswa yang dapat menimpa Anda, penanggulangan risiko sebaiknya Anda lakukan. Salah satu caranya dengan membuat asuransi yang sesuai kebutuhan. Untuk mengurangi kerugian dari kejadian-kejadian tidak terduga itu, kita harus pandai-pandai menyiasatinya. Salah satu langkah yang paling tepat untuk permasalahan ini adalah dengan berinvestasi pada asuransi. 

Asuransi dalam Undang-Undang No. 2 Th 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, di mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Definisi Asuransi menurut Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), tentang asuransi atau pertanggungan seumurnya, Bab 9, Pasal 246:[2]
"Asuransi atau Pertanggungan adalah suatu perjanjian di mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.”

PARA PIHAK DALAM PERTANGGUNGAN ASURANSI


  1. Penanggung (Asuradur, Assurer, Ceding company) adalah perusahaan asuransi jiwa yang memberikan pertanggungan dan mengadakan perjanjian tanggung menanggung dengan Pemegang Polis. Perusahaan asuransi adalah perusahaan yang mendapatkan izin usaha perasuransian dari pemerintah atau regulator.
  2. Pemegang polis (policy owner, policy hoder) adalah orang atau badan yang mengadakan perjanjian asuransi dengan perusahaan asuransi jiwa atau penanggung.
  3. Tertanggung (Insured) adalah orang yang atas jiwanya diasuransikan atau pihak yang ditanggung oleh polis asuransi jiwa.
  4. Penerima manfaat (Beneficiary, Termanfaat) adalah seorang atau badan yang ditunjuk dalam polis oleh pemegang polis asuransi jiwa untuk menerima manfaat atau manfaat polis.


Unsur - Unsur Asuransi 


  • Premi

Premi asuransi menurut pengertian asuransi adalah jumlah uang yang harus dibayarkan oleh tertanggung selama mengikuti asuransi. Jumlah uang ini telah tercantum dalam polis asuransi dan telah disetujui oleh kedua belah pihak untuk dibayarkan.


  • Polis Asuransi

Polis asuransi merupakan surat perjanjian yang berisikan perjanjian asuransi antara penanggung dan pemegang polis. Dalam pengertian asuransi, segala sesuatu yang tertulis dalam polis asuransi harus diperhatikan dan dipahami oleh kedua belah pihak secara seksama. Polis asuransi dalam pengertian asuransi inilah yang nantinya akan dijadikan dasar dalam transaksi dan klaim asuransi.


  • Klaim Asuransi

Pengertian klaim asuransi adalah permintaan resmi yang ditujukan kepada perusahaan asuransi terkait perlindungan finansial atau ganti rugi dari pihak tertanggung sesuai dengan kontrak perjanjian yang telah disepakati antara tertanggug dengan perusahaan penyedia jasa asuransi.

Jenis- Jenis asuransi yang ada di Indonesia :


  1. Asuransi Jiwa
  2. Asuransi Kesehatan
  3. Asuransi Kendaraan
  4. Asuransi kepemilikan Rumah Dan Properti
  5. Asuransi Pendidikan
  6. Asuransi Bisnis
  7. Asuransi Umum
  8. Asuransi Kredit
  9. Asuransi Kelautan
  10. Asuransi Perjalanan




Manfaat Asuransi


  • Memberikan jaminan perlindungan dari risiko-risiko kerugian yang diderita satu pihak.
  • Meningkatkan efisiensi, karena tidak perlu secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga, waktu dan biaya.
  • Transfer Resiko; Dengan membayar premi yang relatif kecil, seseorang atau perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian atas hidup dan harta bendanya (resiko) ke perusahaan asuransi.
  • Pemerataan biaya, yaitu cukup hanya dengan mengeluarkan biaya yang jumlahnya tertentu dan tidak perlu mengganti/membayar sendiri kerugian yang timbul yang jumlahnya tidak tentu dan tidak pasti.
  • Dasar bagi pihak bank untuk memberikan kredit karena bank memerlukan jaminan perlindungan atas agunan yang diberikan oleh peminjam uang.
  • Sebagai tabungan, karena jumlah yang dibayar kepada pihak asuransi akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini khusus berlaku untuk asuransi jiwa.
  • Menutup Loss of Earning Power seseorang atau badan usaha


ISTILAH-ISTILAH DALAM PENGERTIAN ASURANSI


  •   Polis Asuransi - Polis asuransi merupakan surat perjanjian yang berisikan perjanjian asuransi antara penanggung dan pemegang polis. Dalam pengertian asuransi, segala sesuatu yang tertulis dalam polis asuransi harus diperhatikan dan dipahami oleh kedua belah pihak secara seksama. Polis asuransi dalam pengertian asuransi inilah yang nantinya akan dijadikan dasar dalam transaksi dan klaim asuransi. 
  •   Pemohon (Applicant) - Pemohon atau applicant adalah orang yang mengajukan permohonan akan sebuah asuransi. Ketika asuransi yang diajukan oleh pemohon telah disetujui, maka menurut pengertian asuransi status pemohon akan berubah menjadi pemegang polis. 
  •   Pemegang Polis (Policy Owner) - Seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, pemegang polis menurut pengertian asuransi merupakan pemegang polis asuransi yang telah disetujui sebelumnya. 
  •   Tertanggung (Insured) - Tertanggung adalah orang yang menjadi objek pertanggungan dari asuransi. Sederhananya, menurut pengertian asuransi, tertanggung adalah orang yang diasuransikan oleh sebuah badan asuransi jika terjadi suatu hal pada orang tersebut. 
  •   Penerima Uang Pertanggungan (Beneficiary) - Penerima Uang Pertanggungan atau beneficiary menurut pengertian asuransi adalah satu atau beberapa orang yang ditunjuk untuk menerima uang pertanggungan ketika terjadi sesuatu terhadap tertanggung. Biasanya, orang yang menjadi beneficiary adalah anak atau keluarga dekat dari tertanggung. 
  •   Uang Pertanggungan - Uang pertanggungan menurut pengertian asuransi adalah nilai uang yang tercantum dalam polis asuransi yang akan dibayarkan oleh penanggung kepada pemegang. Dengan kata lain, uang pertanggungan adalah “ganti rugi” yang akan dibayarkan ketika terjadi sesuatu terhadap tertanggung. 
  •   Premi - Premi asuransi menurut pengertian asuransi adalah jumlah uang yang harus dibayarkan oleh tertanggung selama mengikuti asuransi. Jumlah uang ini telah tercantum dalam polis asuransi dan telah disetujui oleh kedua belah pihak untuk dibayarkan. 
  •   Nilai Tunai - Nilai tunai menurut pengertian asuransi adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan kepada pemegang polis jika polis tersebut dibatalkan sebelum masa asuransi berakhir atau pada saat tertanggung meninggal dunia. Sama seperti premi dan uang pertanggungan, nilai tunai juga telah tercantum dalam polis asuransi yang disetujui oleh kedua belah pihak. 
  •   Insurable Interest - Insurable interest menurut pengertian asuransi merupakan hubungan yang terjalin antara tertanggung dan objek yang diasuransikan oleh badan asuransi. Insurable interest menurut pengertian asuransi menyangkut hal-hal yang sangat berpotensi untuk menyebabkan bahaya yang dapat menyebabkan kerugian finansial bagi tertanggung. 


 Kriteria Risiko yang Dapat Ditanggung Asuransi

1. Harus Termasuk Dalam Risiko Murni dan Termasuk Risiko Khusus
2. Dapat Diukur dengan Uang
3. Bersifat Sama dan Dalam Jumlah Besar
4. Terjadi Secara Kebetulan dan Tidak Disengaja
5. Dapat Dibuktikan
6. Mengandung Kerugian Bagi Tertanggung 

 Contoh Risiko yang Ditanggung Asuransi


  • Risiko cacat akibat mengendarai kendaraan bermotor.
  • Risiko hancurnya kendaraan akibat kecelakaan.
  • Risiko tidak dapat melanjutkan pendidikan dikarenakan hilangnya pendapatan orang tua.
  • Risiko terbakarnya bangunan akibat korsleting listrik.
  • Risiko hilangnya penghasilan akibat meninggal.
  • Risiko rusahnya rumah, kendaraan, dan harta benda akibat kebakaran ataupun bencana alam.
  • Risiko kehilangan harta benda akibat pencurian.

Apa Itu Asuransi ? Jenis - Jenis dan Manfaat Asuransi

Subscribe Our Newsletter