Cara Memasang Keyword di website dan Menerapkanya dalam Konten - Hidayatimur.com

Hidayatimur.com

Metaltaila.co Adalah Blog Berbagi Template Premium



Apakah Kamu Masih bingung dengan hasil riset keywords dan analisa persaingan yang kamu lakukan untuk menerapkannya ke dalam blog atau website yang anda miliki?

Lantas bagaimana cara menggunakannya dan berapa kali keywords tersebut harus disertakan ke dalam sebuah konten?

Pastinya akan terasa sia-sia jika  riset yang anda lakukan kalau anda tidak tahu cara memilih keywords yang benar  dan cara menerapkanya.

Dalam Melakukan Analisa Persaingan Sebuah Keywords Dalam SEO yang Pertama harus diketahui adalah tingkat kesulitannya dulu.

Ada banyak cara yang dilakukan mulai dari tools dengan (plugin SEOQuake) sampai dengan melihat kualitas blognya.

1. Membidik Prioritas Keywords

Caranya sangat mudah , Yang harus anda lakukan, Hanya seperti ini:


  1. Hindari keywords yang memiliki volume rendah tapi tingkat kesulitannya tinggi
  2. Utamakan keywords dengan volume tinggi dan tingkat kesulitannya rendah
  3. Utamakan keywords dengan volume menengah dan tingkat kesulitannya sangat rendah
  4. Utamakan keywords dengan volume rendah dan tingkat kesulitannya rendah, tapi relevan dengan target pasar.
  5. Utamakan keywords dengan relevan dan terlepas dari tingkat kesulitannya
  6. Hapus keywords yang tidak terpakai atau kurang masuk akal



Ada dua hal yang harus anda perhatikan juga , yaitu:

Pertama, jangan hapus keywords yang memiliki volume tinggi dan tingkat kesulitannya tinggi. Karena nanti masih bisa digunakan ketika blog atau website anda sudah cukup besar.

Kedua, alangkah baiknya lakukan analisa manual berdasarkan pada panduan sebelumnya untuk blog atau website yang berada di halaman pertama Google dari tiap-tiap keywords yang anda incar. Karena angka persaingan tak selalu akurat.

Priotitas Menurut Jenis Keywords

Selain persaingan dan analisa tingkat kesulitan pada volume ada pertimbangan lagi, yaitu Search Intent yang sudah anda pelajari pada bab sebelumnya.

Bahwa ada 2 jenis keywords berdasarkan intent-nya:

  1. Informasi
  2. Investigasi Komersial

Hal ini dapat anda lihat dari dua sisi, antara lain kualitas dan kuantitas.

Secara kualitas, untuk konten di sebuah keywords investigasi komersial diprioritaskan harus yang paling tinggi. Sedangkan informasi harus yang paling rendah dan harus secara kuantitas, sebaliknya. Karena kuantitas untuk keywords informasi lebih tinggi dibandingkan dengan investigasi komersial.

Jadi, usahakan supaya halaman-halaman blog yang mengincar keywords investigasi komersial jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi harus sangat berkualitas.

Apa alasannya?

Pengunjung tidak terlalu suka dengan beberapa konten yang berisi tentang penawaran produk. Jadi, tujuan utama pengunjung saat browsing adalah untuk mencari informasi dan mencari sebuah solusi permasalahan. Oleh karena itu, sajikanlah konten yang kiranya bermanfaat bagi pembaca.

2. Jenis Konten Yang Tepat Untuk Keywords Tertentu

Pahamilah apa itu konten ! Perlu di ingat bahwa konten itu bukan hanya sebuah artikel, gambar, video dan lain-lain. Dari keseluruhan itu bisa disebut konten, dan pada intinya apapun yang ada di halaman blog/website itu adalah konten.

Untuk keywords investigasi komersial biasanya yang dibutuhkan pengunjung bukan konten artikel, video dan gambar. Padahal itu saja masih belum cukup, misalnya anda punya keywords "promo voucher belanja".

Untuk keywords semacam itu anda tidak akan bisa masuk di halaman 1 search Google, kalau hanya membuat artikel baru yang berisi promo online tiap bulan. Dan Google memahami bahwa pengunjung tidak butuh dengan artikel.



Oleh sebab itu, coba anda lakukan pencarian di Google dengan keywords tadi. Dari peringkat 1-10 isinya beberapa situs yang menyediakan harga-harga voucher promo, melainkan bukan artikel.



Cara Mencari Tahu Tipe Konten Yang Tepat

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mencari tipe konten yang tepat, tapi sayangnya banyak pemilik blog/website yang tidak peduli dengan hal itu. Dan mereka lebih suka dengan membuat konten artikel, karena mudah.

Jadi caranya seperti ini:

Posisikan anda sebagai pengunjung yang sedang melakukan pencarian di Google. Lalu bayangkan anda adalah orang yang sedang mencari sebuah produk yang di inginkan. Dan tidak kalah pentingnya bahwa anda sedang mencari keywords yang dibutuhkan pelanggan.

Contoh kasusnya seperti ini:

  1. Keywords = "jual sepatu sneakers", konten: halaman penjualan produk sepatu sneakers
  2. Keywords = "jual kaos distro", konten: hompage dari toko online yang menjual kaos (karena keywordnya tidak spesifik)
  3. Keywords = "harga kamera dslr", konten: artikel berisi daftar harga dari tiap-tiap kamera dslr

Jadi, kurang lebih begitu. Mulai dari sekarang jangan terburu-buru mengambil keputusan untuk membuat artikel dari semua jenis keywords. Pastikan anda memperhatikan kebutuhan kontennya.

3. Penggunaan Keywords Di Dalam Konten

Kebanyak dil angkah ini orang salah paham. Untuk itu SEO sekarang dengan sebelumnya sangat berbeda di tahun 2013, sejak Google meluncurkan algoritma Hummingbird.

Karena praktisi SEO menggunakan keywords dihasil pencarian secara berulang-ulang di dalam halaman blog/website. Bertujuan agar Google paham bahwa keywords itu mengincar halaman tersebut.

Contoh artikelnya dengan keywords "cara membuat konten SEO". Lalu keywords tersebut ditulis berulang kali dan penulisannya sama persis dengan kata kunci yang muncul di Google Keywords Planner. Setelah itu, dihiasi dengan bold/underline/italic seperti Cara Belajar SEO dan lain sebagainya.

Anda tidak perlu pusing menggunakan keywords di dalam konten seperti itu. Asalkan anda membuat artikel yang berisi tentang keywords tersebut, Google akan paham.

Jadi pada intinya dengan keywords yang tadi, anda tinggal membuat artikel yang berisi panduan belajar SEO. Itu saja sudah cukup, tidak perlu menulis keywordnya persis seperti itu.

Seperti itulah cara kerjanya. Dengan adanya algoritma Hummingbird Google akan memahami topik dari sebuah halaman, meskipun anda tidak sama sekali menulis keywordnya.

Lantas Bagaimana Langkah Yang Harus Di Ambil?

Yang terpenting, jangan pedulikan SEO pada saat anda membuat artikel dan gunakanlah keywords sebagai topik saja. Lalu buatlah konten yang kiranya nice dengan topik tanpa perlu pusing memikirkan dimana meletakan keywords tersebut.

Selain itu, anda juga tidak perlu memberikan hiasan bold/underline/italic saat keywords dituliskan. Jika terlalu dipikirkan, yang ada konten anda tidak enak di nikmati oleh pengunjung. Tetapi, bukan berarti keywordnya tidak digunakan sama sekali.

Ada tiga tempat yang harus anda lakukan saat menyertakan keywords, berikut ini:

  1. Judul konten/halaman
  2. URL
  3. Backlink


Research : Contoh Penerapan

memasang keyword di blogspot
cara memasang keyword di blogspot
cara memasang keyword di youtube
cara memasang keyword di blogger
cara memasang keyword di website
cara memasang keyword di bot line
cara memasang keyword
memasang meta keyword di blogspot
cara memasang keyword otomatis
cara memasang keyword dan deskripsi otomatis di blogger
cara memasang meta keyword di blogspot
cara memasang meta keyword
cara memasang meta keyword pada wordpress

Cara Memasang Keyword di website dan Menerapkanya dalam Konten



Apakah Kamu Masih bingung dengan hasil riset keywords dan analisa persaingan yang kamu lakukan untuk menerapkannya ke dalam blog atau website yang anda miliki?

Lantas bagaimana cara menggunakannya dan berapa kali keywords tersebut harus disertakan ke dalam sebuah konten?

Pastinya akan terasa sia-sia jika  riset yang anda lakukan kalau anda tidak tahu cara memilih keywords yang benar  dan cara menerapkanya.

Dalam Melakukan Analisa Persaingan Sebuah Keywords Dalam SEO yang Pertama harus diketahui adalah tingkat kesulitannya dulu.

Ada banyak cara yang dilakukan mulai dari tools dengan (plugin SEOQuake) sampai dengan melihat kualitas blognya.

1. Membidik Prioritas Keywords

Caranya sangat mudah , Yang harus anda lakukan, Hanya seperti ini:


  1. Hindari keywords yang memiliki volume rendah tapi tingkat kesulitannya tinggi
  2. Utamakan keywords dengan volume tinggi dan tingkat kesulitannya rendah
  3. Utamakan keywords dengan volume menengah dan tingkat kesulitannya sangat rendah
  4. Utamakan keywords dengan volume rendah dan tingkat kesulitannya rendah, tapi relevan dengan target pasar.
  5. Utamakan keywords dengan relevan dan terlepas dari tingkat kesulitannya
  6. Hapus keywords yang tidak terpakai atau kurang masuk akal



Ada dua hal yang harus anda perhatikan juga , yaitu:

Pertama, jangan hapus keywords yang memiliki volume tinggi dan tingkat kesulitannya tinggi. Karena nanti masih bisa digunakan ketika blog atau website anda sudah cukup besar.

Kedua, alangkah baiknya lakukan analisa manual berdasarkan pada panduan sebelumnya untuk blog atau website yang berada di halaman pertama Google dari tiap-tiap keywords yang anda incar. Karena angka persaingan tak selalu akurat.

Priotitas Menurut Jenis Keywords

Selain persaingan dan analisa tingkat kesulitan pada volume ada pertimbangan lagi, yaitu Search Intent yang sudah anda pelajari pada bab sebelumnya.

Bahwa ada 2 jenis keywords berdasarkan intent-nya:

  1. Informasi
  2. Investigasi Komersial

Hal ini dapat anda lihat dari dua sisi, antara lain kualitas dan kuantitas.

Secara kualitas, untuk konten di sebuah keywords investigasi komersial diprioritaskan harus yang paling tinggi. Sedangkan informasi harus yang paling rendah dan harus secara kuantitas, sebaliknya. Karena kuantitas untuk keywords informasi lebih tinggi dibandingkan dengan investigasi komersial.

Jadi, usahakan supaya halaman-halaman blog yang mengincar keywords investigasi komersial jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi harus sangat berkualitas.

Apa alasannya?

Pengunjung tidak terlalu suka dengan beberapa konten yang berisi tentang penawaran produk. Jadi, tujuan utama pengunjung saat browsing adalah untuk mencari informasi dan mencari sebuah solusi permasalahan. Oleh karena itu, sajikanlah konten yang kiranya bermanfaat bagi pembaca.

2. Jenis Konten Yang Tepat Untuk Keywords Tertentu

Pahamilah apa itu konten ! Perlu di ingat bahwa konten itu bukan hanya sebuah artikel, gambar, video dan lain-lain. Dari keseluruhan itu bisa disebut konten, dan pada intinya apapun yang ada di halaman blog/website itu adalah konten.

Untuk keywords investigasi komersial biasanya yang dibutuhkan pengunjung bukan konten artikel, video dan gambar. Padahal itu saja masih belum cukup, misalnya anda punya keywords "promo voucher belanja".

Untuk keywords semacam itu anda tidak akan bisa masuk di halaman 1 search Google, kalau hanya membuat artikel baru yang berisi promo online tiap bulan. Dan Google memahami bahwa pengunjung tidak butuh dengan artikel.



Oleh sebab itu, coba anda lakukan pencarian di Google dengan keywords tadi. Dari peringkat 1-10 isinya beberapa situs yang menyediakan harga-harga voucher promo, melainkan bukan artikel.



Cara Mencari Tahu Tipe Konten Yang Tepat

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mencari tipe konten yang tepat, tapi sayangnya banyak pemilik blog/website yang tidak peduli dengan hal itu. Dan mereka lebih suka dengan membuat konten artikel, karena mudah.

Jadi caranya seperti ini:

Posisikan anda sebagai pengunjung yang sedang melakukan pencarian di Google. Lalu bayangkan anda adalah orang yang sedang mencari sebuah produk yang di inginkan. Dan tidak kalah pentingnya bahwa anda sedang mencari keywords yang dibutuhkan pelanggan.

Contoh kasusnya seperti ini:

  1. Keywords = "jual sepatu sneakers", konten: halaman penjualan produk sepatu sneakers
  2. Keywords = "jual kaos distro", konten: hompage dari toko online yang menjual kaos (karena keywordnya tidak spesifik)
  3. Keywords = "harga kamera dslr", konten: artikel berisi daftar harga dari tiap-tiap kamera dslr

Jadi, kurang lebih begitu. Mulai dari sekarang jangan terburu-buru mengambil keputusan untuk membuat artikel dari semua jenis keywords. Pastikan anda memperhatikan kebutuhan kontennya.

3. Penggunaan Keywords Di Dalam Konten

Kebanyak dil angkah ini orang salah paham. Untuk itu SEO sekarang dengan sebelumnya sangat berbeda di tahun 2013, sejak Google meluncurkan algoritma Hummingbird.

Karena praktisi SEO menggunakan keywords dihasil pencarian secara berulang-ulang di dalam halaman blog/website. Bertujuan agar Google paham bahwa keywords itu mengincar halaman tersebut.

Contoh artikelnya dengan keywords "cara membuat konten SEO". Lalu keywords tersebut ditulis berulang kali dan penulisannya sama persis dengan kata kunci yang muncul di Google Keywords Planner. Setelah itu, dihiasi dengan bold/underline/italic seperti Cara Belajar SEO dan lain sebagainya.

Anda tidak perlu pusing menggunakan keywords di dalam konten seperti itu. Asalkan anda membuat artikel yang berisi tentang keywords tersebut, Google akan paham.

Jadi pada intinya dengan keywords yang tadi, anda tinggal membuat artikel yang berisi panduan belajar SEO. Itu saja sudah cukup, tidak perlu menulis keywordnya persis seperti itu.

Seperti itulah cara kerjanya. Dengan adanya algoritma Hummingbird Google akan memahami topik dari sebuah halaman, meskipun anda tidak sama sekali menulis keywordnya.

Lantas Bagaimana Langkah Yang Harus Di Ambil?

Yang terpenting, jangan pedulikan SEO pada saat anda membuat artikel dan gunakanlah keywords sebagai topik saja. Lalu buatlah konten yang kiranya nice dengan topik tanpa perlu pusing memikirkan dimana meletakan keywords tersebut.

Selain itu, anda juga tidak perlu memberikan hiasan bold/underline/italic saat keywords dituliskan. Jika terlalu dipikirkan, yang ada konten anda tidak enak di nikmati oleh pengunjung. Tetapi, bukan berarti keywordnya tidak digunakan sama sekali.

Ada tiga tempat yang harus anda lakukan saat menyertakan keywords, berikut ini:

  1. Judul konten/halaman
  2. URL
  3. Backlink


Research : Contoh Penerapan

memasang keyword di blogspot
cara memasang keyword di blogspot
cara memasang keyword di youtube
cara memasang keyword di blogger
cara memasang keyword di website
cara memasang keyword di bot line
cara memasang keyword
memasang meta keyword di blogspot
cara memasang keyword otomatis
cara memasang keyword dan deskripsi otomatis di blogger
cara memasang meta keyword di blogspot
cara memasang meta keyword
cara memasang meta keyword pada wordpress

No comments:

Subscribe Our Newsletter

Notifications

Disqus Logo